Nyepi 1940, Orang Bali Pada Ngapain Ya? | OPINI.id

Hari Raya Nyepi merupakan hari raya Umat Hindu yang jatuh setiap setahun sekali, tepatnya pada Tilem Kesanga, Tahun Baru Saka. Pada Hari Raya Nyepi, Umat Hindu melakukan Catur Brata Penyepian yaitu Amati Geni (tidak menyalakan lampu/api), Amati Karya (tidak bekerja), Amati Lelungan (tidak bepergian), dan Amati Lelanguan (tidak bersenang-senang). Bali sebagai pulau yang mayoritas beragama Hindu mengaplikasikan Catur Brata Penyepian ini ke seluruh pulau ini, lho!

Trus?

FYI, televisi dan radio juga dinonaktifkan siarannya. Satu lagi, jaringan internet juga diputus lho! Lah, trus orang Bali pada ngapain dong seharian itu? Well, bagi kalian yang bertanya-tanya, yuk simak artikel ini!

Baca juga:

Berdiam Diri di Rumah

Well, karena salah satu dari Catur Brata Penyepian itu Amati Lelungan alias tidak boleh bepergian, masyarakat Bali pada diem di rumah seharian! Selain itu, kalau ketahuan keluar rumah bisa kena sanksi adat, lho! Lah gak bosen tuh?

Berkumpul Bareng Keluarga

Salah satu Catur Brata Penyepian lainnya adalah Amati Karya yaitu tidak bekerja. Alhasil anggota keluarga yang sibuk pergi pagi pulang malam untuk bekerja atau kuliah bakalan diem semua di rumah. Nah, ini momen yang pas buat berkumpul dan saling bertukar cerita satu sama lain. Ini juga momen buat melepas rindu lho! Yang tadinya cuma ketemu kurang dari 6 jam sehari sekarang bisa ketemu 24 jam sehari.

Bermain dengan Hewan Peliharaan

Rata-rata orang Bali sih punya peliharaan. Dan peliharaan yang kayaknya wajib dimiliki sama orang Bali ya anjing. Kayaknya belum resmi jadi orang Bali kalau belum punya anjing. Well, di Hari Raya Nyepi ini orang Bali juga bakalan lebih sering bercengkrama sama hewan setia yang satu ini. Yang biasanya cuma ketemu pagi sebelum berangkat kerja/kuliah sama sore waktu pulang, sekarang bisa ketemu 24 jam. Binatang kan juga perlu perhatian, ya gak? Bisa dielus-elus atau lari-larian bareng di dalam pekarangan rumah. Lumayan kan itung-itung sambil olahraga. Anjing senang, majikannya pun sehat.

Menikmati Sejuknya Udara

Karena tidak ada yang bepergian maka kendaraan juga pada istirahat nih. Polusi dari kendaraan itu otomatis juga gaada pas Hari Raya Nyepi. Bahkan, polusi udara di Bali berkurang sampai 50% pada hari Nyepi, guys! Ga heran pas Nyepi udaranya rasanya seger banget. Belum lagi suara kicauan burung yang biasanya kalah sama suara deru motor sekarang kedengeran jelas. Tenang dan adem banget deh pokoknya.

Istirahat

Dengan hilangnya suara bising kendaraan maupun orang-orang yang lalu lalang depan rumah, membuat suasana jadi tenang banget! Kondisi ini cocok banget buat yang mau istirahat untuk menghabiskan waktu Nyepi. Apalagi buat orang-orang yang bekerja keras terus setiap harinya. Atau mungkin buat ibu-ibu yang harus begadang habis mempersiapkan sesajen dan ritual untuk upacara Tawur Agung Kesanga sehari sebelum Nyepi. Satu hari Nyepi pasti sangat berharga buat istirahat dan recharge tenaga buat esok hari!

Meditasi

Pada saat Nyepi, orang Bali juga akan melakukan meditasi. Hal ini bertujuan untuk merenungkan dan intropeksi diri atas apa yang telah dilakukan selama satu tahun kebelakang. Hal tersebut menjadi acuan agar dapat melakukan hal yang baik untuk setahun kedepan.

Melihat Bintang di Langit Malam

Malam Nyepi di Bali bakalan menjadi malam paling gelap, karena selain tidak boleh menyalakan lampu/api, Nyepi juga bertepatan dengan bulan mati atau di Bali disebut Tilem. Alhasil tidak ada sinar bulan pada malam itu. Eits, tapi coba liat keluar pada malam Nyepi. Bintang-bintang kayaknya pada kumpul semua di Bali, deh! Bintang-bintang yang sinarnya biasanya kalah dengan sinar bulan atau sinar lampu kota dan polusi udara kini terlihat jelas dengan mata telanjang! Cuma bisa dilihat setahun sekali nih!

Komentar (1)

Fresh