Mereka Bangga Mempelajari Gamelan | OPINI.id

Posisi gamelan di dunia sudah tidak lagi menduduki posisi sebagai alat musik 'jadul,' 'rendahan,' 'tak beradab' atau 'kampungan.' Gamelan kini telah gagah bersanding dengan alat musik lain sebagai sarana pembelajaran mulai dari tingkat Taman Kanak-Kanak hingga Perguruan Tinggi yang terbentang di seluruh dunia.

Tak hanya itu, para peneliti musik di Barat menilai budaya Indonesia adalah budaya tingkat tinggi, memiliki keindahan tersendiri serta memiliki nilai-nilai luhur didalamnya.

Gamelan dari UKM sampai Mata Kuliah

Hingga saat ini ada lebih dari 20 Universitas di Luar Negeri yang mempelajari gamelan Indonesia. Dijadikan sebagai UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) sampai jadi Mata Kuliah Alat Musik Tradisional Indonesia yang bisa diikuti oleh mahasiswa dari berbagai jurusan. Mata Kuliah yang diberikan memuat kurikulum yang mengajarkan teori, mulai dari sejarah sampai pembuatan dan bahan dasar gamelan, hingga mata kuliah praktek yaitu cara membaca partitur (teks susunan nada) serta memainkan gamelan, termasuk juga belajar menjadi sinden atau panembang. Alat musik gamelan yang paling banyak dipelajari adalah gamelan Jawa Tengah, tapi ada juga beberapa Universitas yang mempelajari gamelan Bali maupun gamelan dan degung dari Jawa Barat.

1. University of California at Los Angeles (UCLA)

Geliat mempelajari gamelan di dunia akademik Amerika Serikat, berawal pada tahun 1958, ketika ahli musik asal Amerika, mendiang Mantle Hood, membuat program musik gamelan Jawa dan Bali di universitas ini, setelah sebelumnya mempelajari gamelan di Indonesia. Didorong oleh antusiasme mahasiswa di UCLA terhadap gamelan, Hood dan koleganya, anggota fakultas musik UCLA Boris Kremenliev, mendirikan Institut Etnomusikologi UCLA pada tahun 1960, yang mengangkat studi tentang musik dunia secara akademis, dengan jenjang program Sarjana (S1) dan Pasca Sarjana (S2-S3). Sejak itu berbagai universitas di AS, seperti Wesleyan, University of California, Berkeley, Cornell, Yale, dan Harvard mulai mengikuti jejak UCLA dengan mengadakan kelas gamelan Jawa, Bali maupun Sunda di kampus mereka masing-masing. Tak hanya itu, kepemilikan instrumen gamelan di kampus juga dipandang sebagai suatu hal yang prestisius dikalangan mahasiswa, akademisi maupun warga Amerika sendiri.

2. University of Minnesota, USA

Javanese Gamelan Music Ensemble (UKM). Para mahasiswa dari berbagai jurusan yang mengambil UKM gamelan rata-rata adalah orang Amerika yang jatuh cinta seketika setelah mendengar suara alunan gamelan. Gamelan yang dipelajari adalah gamelan Jawa dengan instruktur bernama Joko Sutrisno yang asli dari Indonesia.

3. Lawrence University, USA

Gamelan Cahaya Asri (mata kuliah) Seperangkat gamelan Bali yang dipunyai kampus ini baru aja datang dari Indonesia di tahun 2011. Pengajarnya adalah I Dewa Ketut Alit Adnyana, guru dan ahli gamelan dari Bali. Mahasiswa yang mengambil mata kuliah ini akan belajar teori maupun praktek selama 3 jam per minggu.

4. University of Michigan, USA

Gamelan Kyai Telaga Madu (UKM). Awalnya gamelan yang ada di universitas ini dibeli oleh Profesor musikologi, William P. Malm pada tahun 1966, karena universitas ini memiliki pusat pembelajaran tentang Seni Budaya Asia Tenggara . Sejak didirikan pada tahun 1968 di bawah arahan Judith Becker dan yang terakhir Susan Walton, Ensembel Gamelan Universitas Michigan ini secara teratur telah membawa musik, tarian dan wayang Jawa Tengah ke panggung-panggung seni di Amerika. Mereka juga mendanai kunjungan para seniman tari, musik dan tembang tradisional dari Jawa Tengah selama bertahun-tahun.

5. Santa Clara University, USA

SCU Balinese Gamelan (UKM) Kursus gamelan di kampus ini dibuka untuk seluruh mahasiswa yang ingin mempelajari gamelan Bali secara lebih dalam. Dalam video ini diketengahkan permainan gamelan Bali hasil dari latihan para mahaisiwa di sana. Musik yang dimainkan adalah iringan bagi tari Baris, tari ini merupakan tarian perang tradisional Bali. Di mana seorang penari melukiskan perasaan seorang pejuang muda sebelum bertempur. Baris secara harfiah berarti garis atau berkas, mengacu pada barisan tentara yang menguasai raja-raja Bali.

6. The University of Sydney, Australia

Balinese Gamelan Instruments (mata kuliah) Di kampus ini gamelan Bali diajarkan secara mendalam dalam waktu 2 jam per minggu Mahasiswa akan mendapatkan pemahaman tentang terminologi musik Bali, sistem tuning musik Bali, peran instrumen dalam gamelan, dan karakteristik formal musik gamelan Bali. Aspek performatif musik Bali juga didalami dan dianalisis oleh mahasiswa di Universitas ini.

7. The University of Melbourne, Australia

Gamelan From Central Java (mata kuliah) Mahasiswa di universitas ini mempelajari gamelan Jawa. Selain belajar teori dan praktek menabuh gamelan, mereka juga belajar cara mengiringi sebuah pertunjukan wayang walaupun hanya mengambil sedikit cuplikan dari cerita-cerita pewayangan yang ada. Di akhir semester biasanya mahasiswa akan mengadakan pertunjukan dari hasil mempelajari gamelan. Ajang ini juga memberikan kesempatan bagi para mahasiswa untuk unjuk kebolehan mereka bermain gamelan.

8. The University of Hawai’i at Mānoa, USA

The UH Mānoa Gamelan Ensemble (mata kuliah) Program gamelan di UH dimulai pada tahun 1970 dengan hadirnya gamelan Jawa Kyai Gandrung dan Pak Hardja Susilo. Dia menjadi pengajar gamelan di fakultas etnomusikologi Departemen Musik sampai dia pensiun pada tahun 1999, namun tetap mengajar secara sukarela sampai tahun 2015. Pak Sus menginspirasi dan mengajarkan mahasiswa tentang gamelan Jawa maupun tarian Jawa, sekaligus menyutradarai banyak pertunjukan drama dan drama gamelan yang diselenggarakan mahaiswa. Pada tahun 1990 Departemen Musik di universitas ini memiliki gamelan Bali Segara Madu, Pak Sus juga membantu membangun kelompok gamelan Bali ini. Hingga berdirilah Javanese and Balinese Gamelan Ensembles.

9. Memorial University of Newfoundland, Kanada

Gamelan Sagara Asih (Komunitas) Musim semi 2013, gamelan ini resmi disahkan sebagai sebuah perkumpulan penabuh gamelan di universitas ini. Mahasiswa di kampus tersebut mempelajari gamelan Sunda (Jawa Barat). Gamelan ini khusus dibuat oleh pengrajin Tentrem Sarwanto. Sarwanto dan Ade Suparman adalah pengajar gamelan di sana. Sagara Asih adalah kata dalam bahasa Sunda, yang berarti Muara Cinta dan gamelan ini diberi nama yang disesuaikan dengan ciri khas tempat di Kanada. Sagara berarti muara, pelabuhan atau tempat yang aman, dan mengacu pada pelabuhan St. John yang indah. Sedangkan Asih mengacu pada jenis cinta spiritual dan juga rasa terima kasih akan sumbangan seorang warga yang memungkinkan mereka bisa memiliki instrumen tersebut.

10. Cambridge University, Inggris

Gamelan Duta Laras (Komunitas) Tahun 1983 setelah universitas ini mendapat seperangkat gamelan dari pemerintah Indonesia, mereka langsung membuat sebuah perkumpulan (komunitas) bagi mahasiswa maupun masyarakat yang berminat belajar gamelan. Hingga saat ini kegiatan berlatih masih rutin dilakukan dan pementasan dibeberapa tempat di Inggris masih terus berjalan.

Universitas Lainnya yang Mempelajari Gamelan

11. The University of Hongkong-Hongkong University Gamelan (mata kuliah) Di universitas ini, mahasiswa bakal ikut workshop selama 2 semester penuh dan berkesempatan untuk tampil melakukan pertunjukan di depan umum! 12. University of Pittsburgh, Amerika Serikat The University Gamelan (mata kuliah) Pertama kali ada di musim gugur tahun 1997 dan dicetuskan oleh Andrew Weintraub. Di universitas ini mahasiswa mempelajari gamelan yang berasal dari Jawa Barat dan rutin melakukan konser.

Universitas Lainnya

13. The University of Manchester, Inggris. Gamelan Ensemble Performance (mata kuliah) 14. University of Waterloo, Kanada UW Balinese Chamber Gamelan (UKM) 15. Seattle Pacific University, USA. Indonesia Gamelan Class (UKM) 16. University of Maryland, USA The Gamelan Saraswati Ensemble (UKM) 17. Plymouth University, Inggris Balinese Gamelan (Kegiatan) 18. Wesleyan University, Amerika Serikat The Gamelan Study Group (UKM) 19. Chikushi Jogakuen University, Jepang Gamelan Group (komunitas) 20. Cardiff University, Inggris Nogo Abang Gamelan Ensemble (kegiatan) 21. University of York, Inggris Gamelan Sekar Petak (UKM)

Renungan Bagi Kids Zaman Now

Sebenarnya, tulisan ini hanya ngerangkum sebagian kecil aja dari universitas dunia dan anak muda di luar negeri sana yang punya kegiatan atau mata kuliah gamelan sekaligus mencintai dan bangga akan budaya Indonesia. Anak muda di Indoensia, apa kabarnya? Mungkin bagi anak muda Indonesia, seni gamelan dianggap sebagai budaya yang ribet, kuno dan jadul, alias “gak happening”. Animo anak-anak muda Indonesia untuk mempelajari seni budaya tradisional juga semakin surut. Bisa jadi satu saat nanti seni tradisi ini akan punah dan kita akan menjadi BANGSA yang TAK MEMILIKI BUDAYA. Jangan salahkan, bila suatu saat gamelan atau bentuk seni tradisi lainnya akan diklaim oleh bangsa lain. Hingga kita hanya menjadi penonton saja dan orang asing yang memainkannya. Jangan salahkan juga mereka, jika suatu saat kamu sebagai generasi penerus bangsa harus belajar seni tradisi Indonesia ke luar negeri.

Sumber:

http://umich.edu/ https://cla.umn.edu/ https://sydney.edu.au/courses/ https://manoa.hawaii.edu/ http://kebudayaan.kemdikbud.go.id http://hai.grid.id/ ttps://www.voaindonesia.com/ Ethnomusicology Archive http://newsroom.ucla.edu/ http://www.buset-online.com

Komentar

Fresh