Semua Bisa Jadi Aktris | Opini.id
 
LEBIH DEKAT

SEMUA BISA JADI AKTRIS

Interview Dengan Laura Basuki
Lewat karakter film, gue menemukan sisi lain yang bisa mengurangi sisi introvert gue
— Laura Basuki
Laura Basuki, siapa yang tak kenal dengan aktris satu ini. Parasnya yang natural dan oriental serta kemampuan beraktingnya yang sudah tak diragukan lagi, menjadikan wanita pecinta film horror thriller ini dipilih oleh sutradara film Susi Susanti Love All. Laura Basuki memainkan karakter pemain bulu tangkis senior Susi Susanti.

Mendapatkan kesempatan untuk memainkan film biopic dan menjalani karakter living legend badminton di film Susi Susanti Love All bukanlah sebuah hal mudah bila dibandingkan memainkan karakter dalam sebuah cerita fiksi. Setidaknya, itulah ungkapan yang keluar dari bibir indah Laura Basuki saat sedang berbincang bersama Opini.id soal film terbarunya tersebut sampai ke permasalahan dirinya yang ternyata seorang introvert.

Bintang berusia 31 tahun ini pun menceritakan sulitnya melepaskan karakter Susi Susanti dalam kehidupan nyata. Mulai dari gaya bicara sampai kepribadian yang sama yaitu sama-sama seorang introvert. Dirinya juga jadi tahu betapa beratnya perjuangan seorang atlet untuk mendapatkan sebuah kemenangan. Sampai-sampai dirinya memilih untuk tetap jadi seorang aktris ketimbang atlet. Yuk, cari lebih tahu aktris yang juga main di serial Kisah Tanah Jawa ini.
THE INTERVIEW
 
 
Laura kalau boleh tahu, dapat ilmu apa sih habis mainin peran Susi Susanti kemarin ?
Teknik main badmintonnya. Beliau kan punya gaya khusus, seperti split. Dan itu butuh persiapan selama enam bulan latihannya. Pelatihnya juga adalah pelatih Susi Susanti dulu. Enam bulan latihan dari Senin-Jumat.
Laura kalau boleh tahu, dapat ilmu apa sih habis mainin peran Susi Susanti kemarin ?
Teknik main badmintonnya. Beliau kan punya gaya khusus, seperti split. Dan itu butuh persiapan selama enam bulan latihannya. Pelatihnya juga adalah pelatih Susi Susanti dulu. Enam bulan latihan dari Senin-Jumat.
Gimana pendapatnya, apakah sulit menjadi seorang atlet badminton ?
Ternyata main badminton itu sulit. Dulu kan mikirnya cuma tepok doang, ternyata salah semuanya dan mulai dari nol lagi deh cara megang raket, teknik kaki, dan daya tahannya.
Gimana pendapatnya, apakah sulit menjadi seorang atlet badminton ?
Ternyata main badminton itu sulit. Dulu kan mikirnya cuma tepok doang, ternyata salah semuanya dan mulai dari nol lagi deh cara megang raket, teknik kaki, dan daya tahannya.
Nah, gimana minat gak olahraga badminton ?
Jadi trauma sih, hehehe. Soalnya setiap hari dari Senin sampai Jumat, enam jam. Sampai-sampai suatu waktu tuh liat raket sama kok dan nyium bau lapangan itu udah jadi mual banget. Makanya salut deh sama atlet-atlet kita.
Nah, gimana minat gak olahraga badminton ?
Jadi trauma sih, hehehe. Soalnya setiap hari dari Senin sampai Jumat, enam jam. Sampai-sampai suatu waktu tuh liat raket sama kok dan nyium bau lapangan itu udah jadi mual banget. Makanya salut deh sama atlet-atlet kita.
Kalau main film itu jadi terapi. Gue bisa menemukan hal-hal baru dan bisa berimajinasi lebih lagi
 
Kemarin kan jadi Susi Susanti, kira-kira habis memerankan doi masih ada gak karakternya nempel sama elo ?
Setiap ngambil peran pasti ada yang kebawa, entah salah satu sifatnya atau gayanya. Nah, kalau dari Susi Susanti itu yang paling susah lepasin itu adalah gaya ngomongnya. Habis belajar ngomong-ngomong agak nyunda suaranya agak melengking gitu, kelar film masih nempel.

Terus masih kebawa mimpi susah tidur. Tiap tidur mimpinya tuh entah olahraga, dan split. Pokoknya pressure-pressure olahraga itu. Sama sampai sekarang tuh masih ikutin banget atlet-atlet Indonesia badminton. Ke-hook banget, jadi sekarang ikutin pertandingan kemana, selalu ikutin pertandingan badminton. Lagi break, nonton pertandingan badminton.
Kemarin kan jadi Susi Susanti, kira-kira habis memerankan doi masih ada gak karakternya nempel sama elo ?
Setiap ngambil peran pasti ada yang kebawa, entah salah satu sifatnya atau gayanya. Nah, kalau dari Susi Susanti itu yang paling susah lepasin itu adalah gaya ngomongnya. Habis belajar ngomong-ngomong agak nyunda suaranya agak melengking gitu, kelar film masih nempel.

Terus masih kebawa mimpi susah tidur. Tiap tidur mimpinya tuh entah olahraga, dan split. Pokoknya pressure-pressure olahraga itu. Sama sampai sekarang tuh masih ikutin banget atlet-atlet Indonesia badminton. Ke-hook banget, jadi sekarang ikutin pertandingan kemana, selalu ikutin pertandingan badminton. Lagi break, nonton pertandingan badminton.
Ada triknya gak buat melepaskan karakter dalam sebuah film di kehidupan sehari-hari ?
Gue sendiri biasanya untuk melepaskan sebuah karakter itu pasti beda sama aktor lain. Kalau gue itu usai syuting biasanya mulai dari rambut semuanya diubah. Ganti gaya rambut, ganti parfum, ganti playlist lagu yang suka didengerin saat syuting.
Ada triknya gak buat melepaskan karakter dalam sebuah film di kehidupan sehari-hari ?
Gue sendiri biasanya untuk melepaskan sebuah karakter itu pasti beda sama aktor lain. Kalau gue itu usai syuting biasanya mulai dari rambut semuanya diubah. Ganti gaya rambut, ganti parfum, ganti playlist lagu yang suka didengerin saat syuting.
 
Katanya ternyata kamu ada kemiripan sama Susi Susanti, bener gak sih ?
Oh iya kita itu sama-sama introvert. Dia itu kalau capek gak pernah tunjukin dirinya capek, jadi lawannya di lapangan gak tahu tuh. Kalau gue itu biasanya jarang banget menunjukan perasaan sedih, apalagi sama orang yang baru gue kenal.
Katanya ternyata kamu ada kemiripan sama Susi Susanti, bener gak sih ?
Oh iya kita itu sama-sama introvert. Dia itu kalau capek gak pernah tunjukin dirinya capek, jadi lawannya di lapangan gak tahu tuh. Kalau gue itu biasanya jarang banget menunjukan perasaan sedih, apalagi sama orang yang baru gue kenal.
Bicara soal introvert nih, ada kendala gak sih jadi aktris tapi punya masalah itu ?
Banyak sih kendalanya, dulu nyokap gue masukin gue ke sekolah modeling. Karena dia ngeliat gue orangnya pemalu gak pernah mulai conversation dulu. Kalau ngobrol tuh lebih cenderung yaudah satu arah aja, mereka tanya, gue jawab.

Apalagi nyokap pengen gue jadi presenter dan aktris. Awalnya sih struggling, gue harus keluarkan sisi lain yang akhirnya karena gue beberapa kali main film terus gue belajar karakter yang lain-lain... itu membuat gue mau gak mau menemukan sisi lain yang akhirnya bisa mengurangi sisi introvert gue.
Bicara soal introvert nih, ada kendala gak sih jadi aktris tapi punya masalah itu ?
Banyak sih kendalanya, dulu nyokap gue masukin gue ke sekolah modeling. Karena dia ngeliat gue orangnya pemalu gak pernah mulai conversation dulu. Kalau ngobrol tuh lebih cenderung yaudah satu arah aja, mereka tanya, gue jawab.

Apalagi nyokap pengen gue jadi presenter dan aktris. Awalnya sih struggling, gue harus keluarkan sisi lain yang akhirnya karena gue beberapa kali main film terus gue belajar karakter yang lain-lain... itu membuat gue mau gak mau menemukan sisi lain yang akhirnya bisa mengurangi sisi introvert gue.
Contohnya bisa atasi introvert itu seperti apa ?
Misalnya gue dapat peran film komedi. Gue harus menggali lagi sisi yang gak pernah gue keluarkan sampai akhirnya menemukan dan gue jadi ngerasa oh ternyata gue bisa kok jadi lucu dan ramah. Sedikit demi sedikit peran-peran yang pernah gue ambil itu mulai mengambil alih hidup gue juga.
Contohnya bisa atasi introvert itu seperti apa ?
Misalnya gue dapat peran film komedi. Gue harus menggali lagi sisi yang gak pernah gue keluarkan sampai akhirnya menemukan dan gue jadi ngerasa oh ternyata gue bisa kok jadi lucu dan ramah. Sedikit demi sedikit peran-peran yang pernah gue ambil itu mulai mengambil alih hidup gue juga.
Gue takut banget nonton diri sendiri, takut overthinking
 
Berarti berakting itu bisa membuang sisi introvert lo dong ya ?
Bisa dibilang mirip terapi juga sih. Kalau main film itu jadi terapi. Gue bisa menemukan hal hal baru dan bisa berimajinasi lebih lagi. Ketika gak main film gue akan merasakan hambar aja, karena gak menemukan hal baru.
Berarti berakting itu bisa membuang sisi introvert lo dong ya ?
Bisa dibilang mirip terapi juga sih. Kalau main film itu jadi terapi. Gue bisa menemukan hal hal baru dan bisa berimajinasi lebih lagi. Ketika gak main film gue akan merasakan hambar aja, karena gak menemukan hal baru.
Bicara soal akting, menurut lo sendiri semua orang bisa gak main film ?
Bisa aja, kita juga dalam sehari-hari juga berakting sebenarnya. Kayak gue ketemu sama lo dengerin lo cerita dan gue meresapi cerita lo. Semua bisa diresapi untuk next kalau ada peran lo bisa flashback lagi kalau ketemu momen yang seperti cerita kemarin. Semuanya bisa diaplikasikan dalam film.
Bicara soal akting, menurut lo sendiri semua orang bisa gak main film ?
Bisa aja, kita juga dalam sehari-hari juga berakting sebenarnya. Kayak gue ketemu sama lo dengerin lo cerita dan gue meresapi cerita lo. Semua bisa diresapi untuk next kalau ada peran lo bisa flashback lagi kalau ketemu momen yang seperti cerita kemarin. Semuanya bisa diaplikasikan dalam film.
Ok, last question. Apa yang paling lo takutin sama film yang lo mainin ?
Gue salah satu orang yang paling takut nonton film sendiri. Pada akhirnya mau gak mau harus nonton, soalnya kayak gue kan menonton film bukan menikmati film tapi lebih ke teknisnya. Ini harusnya gini bukan begitu. Jadi gue takut banget nonton diri sendiri takut overthinking.
Ok, last question. Apa yang paling lo takutin sama film yang lo mainin ?
Gue salah satu orang yang paling takut nonton film sendiri. Pada akhirnya mau gak mau harus nonton, soalnya kayak gue kan menonton film bukan menikmati film tapi lebih ke teknisnya. Ini harusnya gini bukan begitu. Jadi gue takut banget nonton diri sendiri takut overthinking.
Lo Sendiri Pilih Mana, Jadi Atlet Atau Jadi Aktris/Aktor ?
 
0%
Atlet
 
0%
Aktris/Aktor