7 Hal yang Kamu Perlu Tahu tentang Foto Supermassive Black Hole M87 | OPINI.id
7 Hal yang Kamu Perlu Tahu tentang Foto Supermassive Black Hole M87

Para ahli sains untuk pertama kalinya berhasil mengambil foto dari sebuah supermassive black hole

Foto di atas bukan foto Eye of Sauron di film Lord of the Rings. Foto itu adalah foto supermassive black hole, sebagai hasil penelitian proyek Event Horizon Telescope.

Foto dirilis dalam bentuk 6 tulisan ilmiah di The Astrophysical Journal Letters edisi April 2019, dan dipublikasi ke umum dalam bentuk live streaming kolaborasi konferensi pers di seluruh dunia pada tanggal 10 April 2019.

Apa itu Black Hole?

Black Hole atau yang kita kenal dengan sebutan "Lubang Hitam" adalah kumpulan sisa bintang yang hancur dan ambruk menjadi satu. Seluruh sisa bintang itu terkumpul mampat menjadi satu titik dengan gaya gravitasi yang sangat kuat. Begitu kuatnya gaya gravitasi ini, sehingga, jangankan materi, cahaya pun tidak bisa lolos dari gaya gravitasi ini.

Apa Beda Black Hole dengan Supermassive Black Hole?

Perbedaan antara black hole dengan supermassive black hole adalah dari massanya. Massa black hole adalah sekitar 3 - 10 kali massa Matahari, sementara massa supermassive black hole bisa mencapai 100 ribu - 10 miliar kali massa Matahari.

Di mana Lokasi Black Hole yang Ditemukan Ini?

Black Hole ini berada di dalam galaksi Messier 87 (M87), galaksi yang diperkirakan berjarak 55 juta tahun cahaya dari Bumi.

Tahun Cahaya adalah satuan jarak dengan ukuran berapa lama yang diperlukan cahaya untuk mencapai titik tujuan.

Kalau kamu bisa lari dengan kecepatan cahaya, kamu perlu waktu 55 juta tahun untuk mencapai galaksi M87 dari Bumi.

Berapa Ukuran Supermassive Black Hole M87 Ini?

Menurut para ahli sains di Event Horizon Telescope, ukuran black hole ini diperkirakan hampir sebesar ukuran seluruh Tata Surya kita. Massanya diperkirakan 6,5 miliar kali lebih masif daripada Matahari kita.

Jarak Matahari ke Neptunus adalah sekitar 4,5 miliar km. Berarti ukuran Supermassive Black Hole M87 ini mungkin sekitar ukuran bola yang jari-jarinya sepanjang 4,5 miliar km.

Sebagai gambaran, jarak Aceh ke Papua adalah sekitar 4.500 km. Jadi kalau kamu mau menempuh perjalanan dari satu titik luar Black Hole M87 ini ke pusatnya, jaraknya sama dengan 1.000.0000 kali jarak tempuh Aceh-Papua. Lumayan pegel ya, apalagi kalau naik sepeda.

Cara Ahli Sains Mengambil Foto Supermassive Black Hole M87

Jangan bayangkan mengambil foto ini seperti kamu mengambil foto tetangga dengan teleskop umum yang bisa dibeli di toko online.

Menurut ahli sains Event Horizon Telescope, untuk bisa mengambil foto benda yang berjarak sejauh black hole M87, membutuhkan lensa teleskop berukuran sebesar bumi.

Karena black hole tidak memancarkan cahaya, maka diperlukan teleskop yang bisa menangkap gelombang lain selain gelombang cahaya.

"Lensa teleskop" yang menangkap foto ini sebetulnya adalah gabungan teleskop dari 8 teleskop radio yang terletak di 5 benua. Pengamatan dilakukan pada gelombang radio, bukan gelombang cahaya.

Dimulai pada bulan April 2017, selama satu minggu, ke-8 teleskop ini diarahkan ke area yang sama di angkasa untuk mengambil data melalui gelombang radio.

Data yang didapat dikumpulkan dan untuk selanjutnya diproses dan dianalisis.

Memroses Data Mentah Menjadi Foto Supermassive Black Hole M87

Data yang didapat dari teleskop belum berbentuk gambar. Tapi juga bukan bentuk suara apalagi musik, mentang-mentang gelombang yang ditangkap adalah gelombang radio. Kamu tidak akan menemukan siaran radio alien disitu.

Data yang diperoleh hanya data mentah berupa kumpulan angka yang mewakili seluruh sinyal gelombang radio yang tertangkap.

Setelah data dikumpulkan, data tersebut diproses dan dianalisis di dalam super komputer oleh ratusan ahli sains dengan menggunakan algoritma pemroses gambar untuk menerjemahkan data tersebut menjadi sebuah bentuk visual.

Ahli sains yang bertugas memroses data adalah para ahli sains komputer. Mereka menciptakan algoritma untuk membantu memroses data mentah menjadi suatu gambar lengkap.

Gambar Supermassive Black Hole M87 pertama kali muncul dari proses yang dilakukan oleh Dr. Katie Bouman, seorang mahasiswa Post-Doctoral MIT berusia 29 tahun.

Dr. Katie Bouman adalah ahli komputer sains dan teknik elektro. Dia terlibat di proyek Event Horizon Telescope pada saat menyelesaikan Post-Doctoralnya dalam bidang Computer Vision.

Setelah gambar pertama berhasil muncul, para ahli sains dari sejumlah bidang ilmu terus bekerja sama untuk menganalisis hasil gambar dan menyempurnakan algoritma sehingga menghasilkan foto Supermassive Black Hole M87 yang bisa kita lihat sekarang.

Tentang Event Horizon Telescope

Event Horizon Telescope adalah proyek kolaborasi 200 ahli sains dari benua Afrika, Asia, Eropa, Amerika Utara, dan Amerika Selatan. Kolaborasi internasional ini mengejar tujuan jangka panjang astrofisika, yaitu mengamati black hole secara langsung.

Event Horizon Telescope dipimpin oleh Shep Doeleman, dari Harvard University dan Harvard-Smithsonian Center for Astrophysics (CIA). Shep Doeleman melakukan penelitian di bidang High-Energy Astrophysics Instrumentation.

Proyek Event Horizon Telescope menciptakan instrumen baru untuk "menggabungkan" beberapa teleskop penangkap gelombang radio yang lokasinya tersebar di benua-benua, sehingga jika digunakan bersama-sama, akan menjadi sebuah teleskop virtual berukuran planet bumi.

Kapasitas sebesar ini membuat para ahli sains bisa menangkap data black hole yang terletak di galaksi-galaksi yang jauh dari tata surya.

Sudah paham apa itu black hole?
Sudah dong
Masih ngawang-awang
Lumayan
104 votes

Komentar

Fresh