The Sounds Project Vol. 4 Tak Hanya Puaskan Penikmat Musik Alternatif | OPINI.id
The Sounds Project Vol. 4 Tak Hanya Puaskan Penikmat Musik Alternatif

Penikmat musik berkumpul, berbagai generasi berbaur dan berbagai ruang. Meski berbeda generasi, semua terlihat antusias bersatu dalam gelaran The Sound Project Vol.4 yang diadakan pada Jumat dan Sabtu, (22-23/03/19) di Ballroom Kuningan City, Jakarta.

Konser musik memang bisa menjadi pilihan untuk mengisi waktu akhir pekan. Apalagi jika deretan musisi yang tampil merupakan magnet bagi peminatnya. Pada tahun ke-4, The Sounds Project sukses memuaskan pengunjung dengan berbagai suguhannya. Termasuk saya. Saya masih ingat bagaimana  Maliq & D’Essentials berhasil membuat ballroom berguncang.

Memanjakan pengunjung, tak sekedar dengan suguhan musik

Para penonton telah memadati area pagelaran musik The Sounds Project sejak pukul empat sore. Panggung The Sounds Project P7 memang menjadi incaran saya di hari pertama. Namun tak bisa diacuhkan, menyulap ruang parkir menjadi panggung The Sounds Project x Authenticity yang menampilkan beberapa nama seperti Adhitia Sofyan, Kurosuke, Bam Mastro, Mocca, Reality Club, Sunset Rollercoaster, serta Diskoria jelas menggoda saya untuk sekedar melihat keriaan acara.

Sebelumnya, saya juga mengikuti talk show mengenai kreativitas para anak muda dalam program Music Talks bersama pelaku aktif di industri music sidestream ataupun mainstream sekarang. Instalasi seni seperti mural UV Room Experience jadi tujuan pengunjung untuk ber-swafoto. Visual Mapping, Karaoke Box, Movie Arena, dan Music Market juga telah puas saya kunjungi.

Selain panggung The Sounds Project P7 dan The Sounds Project x Authenticity, ada Joget! Stage. Di hari pertama ditemani lagu-lagu Korea yang dibawakan oleh Dizkorea. Meski ini adalah gelaran festival alternatif, tetapi panggung mungkin ini juga punya penikmatnya sendiri.

Maliq & D'essentials menggebrak panggung The Sounds Project P7

Maliq menjadi band pertama yang saya saksikan dan memang saya tunggu penampilannya. Ballroom sudah padat, tak membuat saya puas berada di barisan belakang. Sekitar pukul 21.45 WIB, tanpa basa-basi, Maliq & D'essentials langsung menggebrak ballroom dengan lagu "Terdiam" sebagai pembuka. Deretan lagu milik band Jazz asal Jakarta tersebut tak putus-putus dinyanyikan seisi ruang indoor panggung The Sounds Project Vol.4. Hampir tak ada celah, semua penonton kompak bernyanyi dan meloncat-loncat, membuat saya was-was karena lantai ballroom kini bak trampolin seiring dengan hentakan badan para penikmat musik Maliq & D'essentials.

Di The Sounds Project Vol.4 ini Maliq & D'essentials juga membawakan single terbarunya secara live untuk pertama kalinya. Penonton yang memadati arena panggung tak lepas dari teriakan histeri, dari awal hingga akhir penampilan mereka. Sebut saja "Setapak Sriwedari", "Pilihanku", "Untitled", "Drama Romantika" dan "Himalaya". Semua bernyanyi dan berdansa bersama.

Tak berhenti bergoyang bersama Project Pop

Setelah Maliq & D'essentials, grup vokal Project Pop tampil dan lagi-lagi sukses membuat seisi Ballroom Kuningan City bergoyang. Tampil dengan lirik-lirik khasnya yang jenaka, Project Pop mengawali penampilannya dengan lagu "Tu Wa Ga Pat". Dendang yang populer pada tahun 2000 tersebut mampu membawa penonton larut dalam goyangan. Project Pop semakin menambah semangat goyang penonton dengan lagu "Dangdut Is The Music of My Country" dan "Senggal Senggol Reggae" .

Sebelum melanjutkan aksi panggungnya, grup musik asal Bandung ini mengajak penonton untuk melakukan swafoto bersama. Ini juga jadi kesempatan mereka untuk menghela nafas sejenak.

 
 
 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Siapa yang belum bisa move on dari @thesoundsproject? Makasih ya temen2 yang udah hadir dan bikin ballroom Kuningan City jadi gerah! Itu berartiiii..... Kalian sukses joget bareng kami! See you on next event! 😍 #thesoundsproject #thesoundsprojectvol4 #projectpop #projectpopbaliklagi #5bodies6souls πŸ•ΊπŸ’ƒ @and_indonesia πŸ“· @dianpratiwiw

A post shared by PROJECT POP (@project.pop) on

“Kita selfie dulu ya 15 menit. Ini jadi trik bagi kelompok musik yang sudah uzur karena napas kami ngos-ngosan,” ujar Udjo, salah satu personel Project Pop.

Penampilan dilanjutkan kembali dengan lagu "Pacarku Superstar" yang ada dalam album "Pop Circus”. Bukan hanya Maliq & D'essentials yang membawakan single terbaru secara live untuk pertama kali. Project Pop juga memamerkan single terbarunya yang rilis pada akhir 2018 lalu. Sebuah lagu yang easy listening, meski memang baru, penonton tetap mampu menyanyikan bersama lagu yang berjudul Coconut itu. Last but not least, lagu "Ingatlah Hari Ini" dibawakan Project Pop sebagai lagu penutup. Project Pop sukses membawa penonton bernostalgia, bernyanyi bersama dengan deretan lagu-lagunya.  

Fourtwnty yang dinantikan

Akhirnya tiba lah di akhir event musik yang mendatang ribuan pecinta musik ini dengan penampilan dari Fourtwnty. "Realita" jadi lagu pembuka. Dengan ciri khas aksi panggung Ari Lesmana sang vokalis, penonton kembali berteriak histeris. Malam makin larut tapi suasana makin panas. Gemuruh suara penonton kompak ikut bernyanyi bersama. Lagu-lagu "Fana Merah Jambu", "Aku Tenang", dan "Hitam Putih" didendangkan dengan sendunya dan menjadi penutup yang pas untuk hari pertama The Sounds Project Vol.4 malam itu.

Sebuah festival musik yang berkesan. Meski baru saja berakhir, tak sabar untuk kembali jadi bagian The Sounds Project berikutnya.

Komentar

Fresh