Lagu Goyang Jempol Jokowi Gaspol Mirip Katyusha, Apa Kata Kill the DJ? | OPINI.id
Lagu Goyang Jempol Jokowi Gaspol Mirip Katyusha, Apa Kata Kill the DJ?

Rapper Marzuki Mohamad alias Kill the DJ tidak memungkiri tudingan bahwa lagu "Goyang Jempol Jokowi Gaspol" yang diciptakannya untuk mendukung kampanye Jokowi-Ma'ruf Amin mirip dengan lagu Rusia "Katyusha". Namun, bukan berarti dia menjiplak lagu tersebut.

"Kalo dibilang persis dengan Katyusha jelas tidak, kalo mirip iya memang mirip. Tapi there is nothing new under the sun kan?" tulis Marzuki "Kill the DJ" di akun Instagram-nya.

Tidak lama setelah videoklip lagu Goyang Jempol Jokowi Gaspol dirilis pada Maret 2019, banyak yang mempertanyakan iramanya. Namanya netizen, nemu aja lagu Katyusha yang irama dan notasi/nada lagunya mirip. 

Katyusha (Katusha atau Katjusha) adalah lagu patriotis Rusia yang masuk dalam genre lagu rakyat/tradisional. Diciptakan pada tahun 1938 oleh Matvei Blanter dengan lirik ditulis oleh Mikhail Isakovsky.

Lagu ini menggambarkan seorang gadis merindukan kekasihnya, yang merupakan seorang prajurit yang bertugas di perbatasan. Katyusha diambil dari nama kecil (nama panggilan) seorang perempuan Rusia bernama Ekaterina.

Lagu Kayutsha pertama kali dinyanyikan di Moskow untuk mengucapkan selamat bertugas pada tentara Rusia yang berangkat ke medan tempur saat terjadi pertempuran melawan Nazi Jerman pada bulan Juli 1941. Tak hanya itu, lagu ini juga menjadi sumber julukan bagi peluncur roket yang digunakan oleh Tentara Merah dalam Perang Dunia II (BM-8, BM-13, dan BM-31 "Katyusha").

Coba bandingkan irama kedua lagu tersebut berikut ini:

Goyang Jempol Jokowi Gaspol:

Katyusha:

Menurut kamu lagu Goyang Jempol Jokowi Gaspol mirip Katyusha gak?
Mirip banget
Sebagian saja yang mirip
Gak terlalu mirip sih
933 votes
 

Menurut Marzuki "Kill the DJ", kalau mengikuti karya-karya dia sebelumnya, pasti akan tahu bahwa lagu Goyang Jempol Jokowi Gaspol diambil dari irama lagu Rakyat Bergoyang di album Kewer-kewer. 

Dia tidak ambil pusing dengan serangan tersebut. Malah berterima kasih karena dipermasalahkan justru makin banyak yang tahu lagu Goyang Jempol Jokowi Gaspol. Ajakan untuk membuat video flashmob dengan lagu tersebut pun terus bertambah di YouTube dan media sosial.

"Yup, lebih baik dijogeti saja hahaha... Karena saya tahu, apapun yang akan saya lakukan di pilpres 2019, bagi beberapa haters mereka sudah dongkol sejak kasus lagu Jogja Istimewa," ujarnya.

Sebelum membuat lagu Goyang Jempol Jokowi Gaspol untuk kampanye Jokowi, Marzuki memang sempat meradang karena lagu Jogja Istimewa ciptaannya diubah liriknya dan disebarkan untuk mendukung pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Marzuki "Kill the DJ" sempat melaporkan pengunggahnya ke Polda DIY sebagai gugatan pelanggaran hak cipta.

 
 
 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Dari pertama lagu "Goyang Jempol Jokowi Gaspol" rilis banyak sekali serangan ke saya pribadi, bahwa saya menjiplak folk song Rusia "Katyusha" yang jaman Uni Soviet sering dipakai march oleh Red Army. Banyak sekali juga teman-teman sendiri yang risau akan hal ini. Bagi mereka yang mengikuti karya-karya saya pasti langsung tahu, bahwa "Goyang Jempol Jokowi Gaspol" diambil dari lagu "Rakyat Bergoyang" di album "Kewer-Kewer". Kalo dibilang persis dengan "Katyusha" jelas tidak, kalo mirip iya memang mirip. Tapi "there is nothing new under the sun" kan? . Seiring berjalannya waktu (hingga kini tiga minggu setelah rilis) banyak sekali video flashmob "Goyang Jempol Jokowi Gaspol" yang diunggah di berbagai platform sosmed dari seluruh Indonesia. Coba saja ketik kata kunci "Goyang Jempol Jokowi Gaspol" di Youtube. Boom!!! Banyak yang lupa bahwa "bad publicity is still good publicity". Jadi saya berterima-kasih atas berbagai serangan tersebut karena secara tidak langsung ikut mempromosikan flashmob massal yang kami gagas. . Lebih dari itu saya ikut senang, karena hal ini menunjukkan bahwa banyak masyarakat yang sudah bosen, jengah, dan tidak takut dengan berbagai fitnah. Mengutip kalimat Gus Dur "Ngapain takut PKI?! PKI sudah bubar koq ditakuti?!". . Yup, lebih baik dijogeti saja hahaha... Karena saya tahu, apapun yang akan saya lakukan di pilpres 2019, bagi beberapa haters mereka sudah dongkol sejak kasus lagu "Jogja Istimewa". . Gass poooolll !!!

A post shared by Marzuki Mohamad (@killthedj) on

Soal lagu dianggap menjiplak bukan hanya dialami Kill the DJ. Mars Pandu Bangsa yang sering dinyanyikan di acara-acara penting Partai Gerindra juga dituding menjiplak lagu Venceramos, mars koalisi kiri Cile.

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon pun tak memungkiri kalau iramanya mirip. Lagu Pandu Bangsa bukan mars Partai Gerindra, namun sering diperdengarkan di acara karena iramanya yang menyemangati. 

Mars Pandu Bangsa:

Venceramos:

Menjiplak atau tidak, kemiripan lagu emang sering terjadi. Dalam industri musik, masalah plagiasi memang masih ada perdebatan. Sebagian menganggap wajar kemiripan irama mengingat kombinasi nada ya memang terbatas.

Memang menjadi tantangan tersendiri bagi musisi untuk mengolah tangga nada menjadi karya yang orisinal. Jadi, nggak berarti karena mirip terus langsung tuding plagiat.

“Kalo dibilang persis dengan Katyusha jelas tidak, kalo mirip iya memang mirip. Tapi there is nothing new under the sun kan?”

- Marzuki "Kill the DJ" Mohamad

Komentar (1)

Fresh