Music Gallery 9th Sukses Datangkan FUR dari Inggris | OPINI.id
Music Gallery 9th Sukses Datangkan FUR dari Inggris

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia sukses adakan Music Gallery yang ke-9 di Tennis Indoor Senayan, Jakarta. Acara bertepetan dengan Hari Musik Nasional Sabtu, 9 Maret 2019.

Gak mudah memang bikin festival musik skala besar macam ini, terlebih diselenggarakan oleh anak kampus. Kenyataannya mereka berhasil serta mampu datangkan band dari luar negeri. Suksesnya acara terlihat dari anak-anak indie yang udah datang padati venue dari sore hari.

Meski acara masih sore, Mugal udah goyangkan panggung dengan band-band apik. Rumah Sakit berhasil bikin para penonton syahdu dengan lagu-lagu melodis barengan dengan suasana panggung outdoor Ashbury Stage di sore hari. Setelah Rumah Sakit turun panggung langsung disuguhkan penampilan dari diva-diva indie Daramuda Project. Band yang diinisiasi oleh Sandra, Rara Sekar dan Danilla Riyadi ini lagi banyak digandrungi anak muda Jakarta. Mereka tampil apik bikin suasana romantis para penonton.

Masuk ke stage indoor Haight Stage pada malam hari tampil band post rock dari Bekasi The Trees and the Wild. Band yang udah langganan manggung di perhelatan Mugal ini selalu tampil megah di panggung. Sikap dingin mereka saat manggung dan suasana dalam ruangan selalu berhasil menghipnotis para penonton lewat lagunya. Belum lagi screen besar yang jadi latar panggung selalu bikin penikmatnya merinding. Lagu Empati Tamako jadi penutup penampilan mereka dipanggung Mugal yang ke-9.

The ChangcutersThe Changcuters Guncang Panggung

Selain TTATW, The Changcuters juga ditunggu-tunggu oleh para penonton. Soalnya jarang The Changcuters main di festival musik yang diselenggarakan oleh anak-anak kampus.

Penampilan atraktif Tria dan teman sejawatnya dengan pakaian rockabilly 60an selalu bikin penonton terpukau. Gak lupa Tria sapa penonton dulu sebelum mainkan lagu-lagu apiknya. Penampilan mereka juga sempat ditonton oleh band asal Inggris Fur.

“Hello, we are The Changcuters. We are not the best band from Indonesia, but the coolest band in Indonesia,” sapa Tria ke Fur dibelakang panggung.

Pindah lagi ke Haight Stage di dalam Istora Senayan, The Upstairs udah siap bikin penonton berdansa ria. The Upstairs ngebuka penampilannya dengan lagu yang liriknya terkenal catchy, Apakah Aku Berada di Mars Ataukah Mereka Mengundang Orang Mars?. Di lagu pertama ini penonton langsung diajak berdansa abis-abisan. Lalu dilagu Disko Darurat andalannya penonton didalam Istora Senayan langsung dibuat kacau.

FURFUR yang Paling Dinanti Penonton

Beberapa menit setelah The Upstairs turun panggung penonton langsung histeris melihat FUR naik panggung. Band dengan gaya musik pop 60-an ini memang paling dinanti di Music Gallery. Liriknya yang picisan dan melodi yang harmonis ngebuat band ini enak didengar.

Salah satu penonton yang datang Lucky Pranata sengaja datang kesini untuk nonton aksi FUR. Selain ingin nonton band favoritnya The Trees and The Wild, Lucky emang incar penampilan band British ini yang pertama kali datang ke Indonesia.

“Kapan lagi ya kan nonton FUR di Indonesia. Gua emang sering datang ke Mugal, tahun kemarin juga gua nonton Beach Fossils” kata Lucky.

Penampilan FUR sempat bikin riuh penonton yang padati tribun maupun festival Tennis Indoor. Terlebih saat mereka bawakan lagu terakhir Angel Eyes yang jadi andalannya.  

Lebih suka mana, musik luar atau dalam negeri?
Luar negeri
Dalam negeri
3 votes

Komentar

Fresh