Kenapa Sih Kita Harus Mudik? | OPINI.id
(Audio On)
Next Podcast

Kenapa Sih Kita Harus Mudik?

jelang lebaran keluarga muslim di Indonesia pergi ke kampung halaman masing-masing atau biasa dikenal dengan mudik. Tradisi ini sudah menjadi agenda tahunan keluarga muslim Indonesia. Tapi sebenarnya dari mana budaya mudik jelang hari raya Idul Fitri ini?

Tidak ada penjelasan yang komprehensif mengenai kepastian tradisi mudik, tapi banyak teori yang beredar soal tradisi ini.

Tradisi mudik diduga sudah berlangsung lama sejak zaman kerajaan Majapahit dan Kerajaan Mataram. Saat itu wilayah kerajaan sangat luas sampai ke dataran Sri Lanka dan Semenanjung Malaya atau sekarang bernama Malaysia.

Karena wilayahnya sangat luas kerajaan membagi daerah-daerah tertentu seperti distrik dan perintahkan pejabat untuk memimpin wilayah. Pada waktu tertentu raja akan memerintahkan kepala distrik kembali ke pusat kerajaan untuk alasan pemerintahan. Ketika kepala-kepala ini ke pusat kerajaan mereka juga kembali ke rumah masing-masing untuk bertemu dengan kelurga yang lama ditinggalkan.

Ada juga teori yang berpandangan budaya mudik berasal dari Timur Tengah. Dalam bahasa arab mudik berasal dari kata adho'a: hilang dan mudli: orang yang menghilang. Arti kata ini maksudnya adalah orang-orang yang merantau dan merasa kehilangan orang yang ditinggalkan dikampung halaman. Mereka akan kembali pada saat tertentu untuk melepas rindu kepada orang yang ditinggalkan.

Masuk ke zaman Belanda budaya mudik menjadi berubah ketika kereta api mulai dibangun sepanjang tanah Jawa. Orang-orang dari daerah menyambut baik perubahan ini karena bisa pulang ke rumah dalam tempo waktu lebih cepat. Sebelumnya mereka pulang kampung dengan kereta kuda dan transportasi tradisional lainnya.

Pindah ke zaman modern era tahun 1970-an urbanisasi terjadi di Jakarta dimana orang-orang daerah Jawa datan ke Jakarta untuk mencari pekerjaan. Kaum urban ini meninggalkan keluarga besar seperti orang tua atau nenek di kampung halaman membuat mereka rindu untuk pulang. Pada waktu tertentu mereka menyempatkan pulang untuk bertemu sanak sudara.

Memasuki waktu lebaran gak cuma tradisi mudik aja yang dirayakan umat muslim Indonesia. Ada juga halal bi halal dan tradisi nyekar atau mengunjungi kuburan tetua yang sudah meninggal.

Tradisi ini dilakukan umat muslim untuk merayakan Hari Idul Fitri.