Diboikot Karena Dianggap Berunsur LGBT | OPINI.id
(Audio On)
Next Podcast

Diboikot Karena Dianggap Berunsur LGBT

Film Kucumbu Tubuh Indahku film yang disambut baik di mancanegara namun tidak di negeri sendiri. Film garapan Garin Nugroho ini dapat penghargaan di Asia Pacifif Screen Awards dan sudah ditayangkan di 30 festival film seluruh dunia, tak membuat film ini diterima oleh masyarakat Indonesia. Justru di dalam negeri diboikot beberapa daerah seperti Depok, Bekasi, Palembang dan beberapa daerah lainnya.

Film yang menceritakan seorang penari lengger lanang tarian asal Banyumas yang memiliki keresahan terhadap tubuhnya. Cerita fokus kepada isu gender yang terjadi dilingkungan tradisional, bukan mengarahkan orang menjadi LGBT. Karena dianggap ada unsur LGBT masyarakat panik dan memboikot rame-rame dengan alasan takut generasi muda terpapar nilai moral menyimpang.

Sang sutradara pun angkat bicara mengenai karyanya yang diboikot oleh beberapa masyarakat daerah. Ia menganggap fenomena boikot ini adalah bentuk demokrasi massa yang serampangan dilakukan oleh pihak tertentu. Padahal film ini sudah lulus sensor dari LSF yang punya otoritas memutuskan film layak tayang atau tidak.

Garin mengganggap lingkungan politik dan sosial Indonesia lagi gak sehat karena adanya politik identitas yang mebuat orang paranoid dengan isu sensitif.

LSF pun tidak bisa berbuat banyak, meski Ketua LSF Ahmad Yani Basuki memiliki landasan kuat film ini bisa tayang. Ada unsur edukasi terutama soal gender yang menyasar pada orang dewasa, bukan remaja dan anak-anak. Namun, masalahnya LSF gak punya kekuatan politik yang besar untuk menghalau boikot ini.

Komentar